BANDUNG – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas publikasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (PKM), Biro Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat & Modal Intelektual (Biro P2M) Universitas Widyatama menyelenggarakan agenda ganda yang strategis. Pada Kamis, 16 April 2026, telah dilangsungkan “Peluncuran Hibah Penelitian dan PKM Internal Kelompok Cabang Keilmuan (KCK)” yang dirangkaikan dengan “Workshop Optimization Google AI for Teaching, Research and Publication”.
Acara yang diselenggarakan di Ruang Galunggung Gedung A Lantai 4 Universitas Widyatama ini dihadiri oleh para tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak riset kampus, yakni para Dosen Universitas Widyatama, khususnya mereka yang mengemban amanah sebagai Ketua KCK dan Ketua Peneliti.

Agenda pertama berfokus pada pemaparan materi peluncuran Hibah KCK yang disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum. Dalam paparannya, beliau menjelaskan esensi dari Kelompok Cabang Keilmuan (KCK) sebagai wadah kolaborasi antar dosen untuk menghasilkan riset yang lebih fokus, terarah, dan berdampak. Peluncuran hibah internal ini merupakan wujud nyata dukungan universitas dalam memfasilitasi ide-ide inovatif para dosen agar dapat direalisasikan menjadi luaran penelitian dan PKM yang bermanfaat bagi masyarakat.

Setelah peluncuran hibah, acara dilanjutkan dengan sesi lokakarya yang sangat relevan dengan dinamika pendidikan tinggi di era digital. Sesi “Workshop Optimization Google AI for Teaching, Research and Publication” ini menghadirkan narasumber ahli, Ahmad Fikri Dzulfikar, selaku Community Manager, Google for Education Indonesia.
Dalam pemaparannya, Ahmad Fikri membagikan wawasan dan praktik langsung mengenai pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dari ekosistem Google. Para dosen dibekali strategi tentang bagaimana teknologi AI dapat dioptimalkan bukan hanya sekadar tren, melainkan sebagai alat bantu ampuh untuk menunjang efisiensi pengajaran, memperdalam analisis penelitian, hingga membantu proses penyusunan publikasi ilmiah.
Suasana acara berlangsung antusias dan interaktif. Hal ini terlihat dari kebersamaan para peserta, pimpinan, dan narasumber yang diabadikan dalam sesi foto bersama di akhir acara.
Melalui kolaborasi program yang diinisiasi oleh Biro P2M ini, Universitas Widyatama berharap para peneliti di lingkungan kampus semakin termotivasi. Dengan adanya dukungan pendanaan internal melalui KCK dan pemahaman teknologi AI yang adaptif, diharapkan sivitas akademika Universitas Widyatama dapat terus menghasilkan karya Tridharma Perguruan Tinggi yang unggul, berdaya saing, dan bereputasi internasional.





