BANDUNG — Universitas Widyatama melalui Biro Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Modal Intelektual (Biro P2M) sukses menggelar acara Workshop & Diskusi Panel: Perumusan Struktur & Mekanisme Kerja Komite Etik Universitas Widyatama pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam membangun ekosistem riset yang berintegritas, profesional, dan berstandar tinggi.
Acara yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan pakar ternama, Prof. Ir. Hardianto Iridiastadi, M.S.I.E., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (FTI ITB), sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Prof. Hardianto menekankan betapa krusialnya keberadaan Komite Etik di lingkungan perguruan tinggi. Komite Etik tidak hanya bertugas sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pilar utama dalam menjaga integritas moral, tanggung jawab ilmiah, serta memastikan perlindungan terhadap hak dan keselamatan subjek penelitian—baik manusia, hewan, maupun lingkungan.
“Keberadaan Komite Etik yang independen dan terstruktur dengan baik adalah jaminan bahwa setiap kegiatan penelitian dilakukan secara ilmiah, dapat dipertanggungjawabkan, serta mematuhi norma-norma etika yang berlaku secara internasional,” tegasnya di hadapan para pimpinan, dosen, dan peneliti Universitas Widyatama.
Melalui penyelenggaraan forum ini, Universitas Widyatama menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola riset dan pengabdian kepada masyarakat yang akuntabel dan tepercaya. Langkah penyiapan struktur dan mekanisme kerja Komite Etik ini diharapkan mampu mendorong iklim akademik yang semakin produktif serta menghasilkan karya-karya ilmiah berkualitas yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan.





